Mari belajar memperbanyak referensi dan literasi Bermain sambil belajar
<< Selamat Datang di blog ini >> << Selamat Datang di blog ini >>

Selasa, 07 September 2021

Kebugaran Jasmani

 Kebugaran Jasmani


Lihat video Pembelajaran  Video Kebugaran Jasmani


Kesegaran jasmani (physical fitness)  merupakan salah satu aspek fsik dari kesegaran menyeluruh (total fitness)
Kebugaran jasmani adalah memberikan kesanggupan kepada seseorang untuk melakukan pekerjaan produktif sehari-hari tanpa adanya kelelahan berlebihan dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dengan baik maupun melakukan pekerjaan yang mendadak.
dengan kata lain Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti

Sehubungan dengan kebugaran jasmani, ada beberapa faktor yang perlu diketahui. Faktor-faktor ini dianggap dapat memengaruhi kesegaran jasmani seseorang. 
Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
  • Masalah kesehatan, seperti keadaan kesehatan, penyakit menular dan menahun.
  • Masalah gizi, seperti kurang protein, kalori, gizi rendah dan gizi yang tidak memadai.
  • Masalah latihan fsik, seperti usia mulai latihan, frekuensi latihan per minggu, intensitas latihan, dan volume latihan.
  • Masalah faktor keturunan, seperti anthropometri dan kelainan bawaan. 
Seseorang dapat dikatakan memiliki kebugaran jika mempunyai ciri
(a) daya tahan jantung/peredaran darah dan paruparu,
(b) kemampuan adaptasi biokimia, seperti: jumlah enzym-enzym dalam darah dan konsentrasi asam laktat dalam plasma darah,
(c) bentuk tubuh,
(d) kekuatan otot,
(e) tenaga ledak otot,
(f) daya tahan otot,
(g) kecepatan,
(h) kelincahan,
(i) kelentukan,
(j) kecepatan reaksi, dan
(k) koordinasi.

Untuk mencapai kebugaran jasmani yang baik, peserta didik perlu mengetahui beberapa hal berikut agar latihan yang dilakukan benar–benar bermanfaat untuk dirinya.
a. Jenis Latihan

Jenis latihan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Namun, untuk mendapatkan kesegaran fisik seutuhnya, komponen-komponen kesegaran jasmani harus dilatih secara seimbang. Selain itu, pilihlah jenis latihan yang mudah dan murah, seperti lari/jogging dan jalan kaki.

b. Volume Latihan
Berlatih kesegaran jasmani, selain atlet, diperlukan waktu minimal 20 menit, tidak termasuk waktu untuk pemanasan atau pendinginan.

c. Frekuensi Latihan
Untuk mencapai kesegaran jasmani yang diinginkan, latihan sebaiknya lebih sering dilakukan. Latihan 5 kali seminggu tentunya memberikan efek lebih baik daripada latihan 2 kali seminggunya. Untuk seseorang selain atlet, latihan 3 kali seminggu dirasakan cukup. Meskipun demikian, latihan 4 kali atau 5 kali seminggu memberikan hasil sedikit lebih baik.

d. Intensitas Latihan
Untuk menentukan intensitas latihan, khususnya untuk perkembangan daya tahan kordiovaskuler, dapat diterapkan Teori Katch dan Meardle. 

Mula-mula hitung frekuensi Denyut Nadi Maksimal (DNM) dengan rumus.
DNM= 220-usia

B. Konsep Kekuatan dan Daya Tahan Otot

Kekuatan otot adalah kemampuan sekelompok otot melawan beban dalam suatu usaha, misalnya kemampuan otot lengan mengangkat kursi, sedang daya tahan otot adalah kemampuan sekelompok otot melakukan serangkaian kerja dalam waktu lama, misalnya kemampuan otot lengan dan tungkai untuk memindahkan kursi dari satu tempat ke tempat lain dalam jangka waktu yang lama. Ciri latihan untuk kekuatan otot digunakan beban berat dengan ulangan sedikit, sedangkan untuk daya tahan otot digunakan beban ringan dengan ulangan banyak. Takaran latihan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot diperlukan frekuensi latihan 3 kali/minggu, dengan intensitas daya tahan 70% dan kekuatan 80 — 100%).

C. Konsep Kelenturan Persendian
Kelenturan persendian adalah kemampuan persendian untuk bergerak secara luas menurut bidang geraknya. Ciri latihan untuk kelenturan persendian, gerak meregang persendian dan mengukur otot hingga batas tertentu dalam jangka waktu tertentu.
 
Takaran latihannya adalah sebagai berikut.
1. Frekuensi latihan dapat dilakukan setiap hari.
2. Intensitas merupakan batas rasa nyeri. Artinya, pada saat meregang persendian, akan terjadi reaksi tubuh berupa tegangan otot. Jika diteruskan, akan terasa nyaman. Oleh karena itu, intensitas yang dianjurkan untuk kelenturan adalah pada batas akhir tegangan otot dan batas awal munculnya rasa nyeri.
3. Durasi (times) waktu yang diperlukan untuk peregangan bergantung pada ukuran persendian, biasanya berkisar 4 — 30 detik dan dilakukan 1 — 3 x ulangan untuk setiap persendian.

D. Konsep Daya Tahan Paru-Paru dan Jantung
Daya tahan paru dan jantung adalah kemampuan fungsional paru dan jantung menyuplai oksigen untuk kerja otot dalam waktu yang lama. Kualitas daya tahan paru dan jantung dinyatakan dengan VO2max, yakni banyak oksigen maksimal yang dapat dikonsumsi dalam satuan Ml/Kg BB/menit. 

E. Bentuk Aktivitas Latihan Kekuatan dan 
Daya Tahan
Dalam melakukan bentuk latihan kekuatan dapat dilakukan tiga prinsip dasar, 
yaitu : 
1) bergerak (move), yaitu rangkaian gerak dinamis yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu, seperti: jogging, senam aerobik, bersepeda, berenang dan lain-lain, 

2) mengangkat (lift), rangkaian gerak melawan beban, seperti: mengangkat, mendorong, menarik beban baik berat tubuh sendiri maupun beban dari suatu benda, seperti: dambel, barbell, bola medicine dan lain-lain, dan 

3) meregang (stretch), rangkaian gerak mengulur otot dan meregang persendian, jenis latihan ini sangat berguna untuk meningkatkan kelenturan persendian dan kelenturan otot. 
Berikut bentuk-bentuk latihannya .

1. Kekuatan dan Daya Tahan Otot Lengan, Dada dan Bahu, dengan Push Up
2. Kekuatan dan Daya Totot Perut
3. Kekuatan dan Daya Tahan Otot Punggung
 
lebih lengkap lihat laman berikut ini disini Kebugaran Jasmani

silahkan tuliskan pendapatmu tentang materi ini di kolom komenta

Persami SMP 18 Tebo 2017

 PROPOSAL



Kegiatan Perpisahan Kelas IX SMP Negeri 18 TEBO

Tahun Pelajaran 2016/2017

  1. Latar Belakang

Dalam rangka upaya penumbuhan rasa solidaritas SMP N 18 Tebo melalui organisasi siswa OSIS mengadakan acara Perpisahan dan pelepasan siswa kelas IX tahun pelajaran 2016/2017 , kegiatan ini telah menjadi  agenda rutin sekolah dan dilaksanakan setiap tahun setelah semua proses kegiatan belajar mengajar kelas IX selesai atau setelah ujian nasional selesai dilaksanakan. Selain sebagai ajang silaturahmi antar siswa, guru, dan warga sekolah, acara ini juga sebagai prosesi melepas siswa kelas IX yang telah menyelesaikan masa belajarnya selama tiga tahun di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan akan melangkah menentukan masa depannya, untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi SMA/SMK

  1. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim antar siswa, guru dan warga sekolah serta ajang penyaluran bakat dan potensi diri.

  1. Manfaaat

Adapun manfaat dari kegiatan ini adalah :

1.     Mempererat tali silaturahmi antar siswa kelas IX, guru dan warga sekolah lainnya.

2.     Mengingat kembali serta sebagai wujud terima kasih atas jasa-jasa guru yang telah ikhlas mendidik selama tiga tahun.

3.     Lebih mengakrabkan dan menghidupkan rasa kebersamaan siwa kelas IX yang sebentar lagi menjadi alumni SMPN 18 Kab. Tebo.

4.     Meningkatkan rasa kasih dan sayang terhadap teman-teman dan adik kelas yang telah menjadi faktor pendukung dalam kegiatan belajar.

  1. Penyelenggaraan

Kegiatan ini diselenggarakan oleh OSIS SMPN 18 KAB TEBO, Komite Sekolah dan Jajaran Dewan guru serta Tata Usaha.

  1. Tema Kegiatan

Tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “ DENGAN SEMANGAT ERA DIGITAL  KITA SONGSONG MASA DEPAN DAN GAPAI CITA-CITA ”.

  1. Bentuk Kegiatan

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk :

1.     Penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan dari siswa kelas IX dan Adik Kelas VII/ VIII SMPN 18 KAB TEBO.

2.      Pementasan seni tari dan musik

3.      Pemberian kenang-kenangan untuk guru-guru SMPN 18 KAB TEBO

4.     Bersalam-salaman dalam rangka menyambung tali silaturrahim bagi kelas IX yang akan melangkah meninggalkan SMPN 18 KAB TEBO demi menggapai cita-cita.

  1. Pelaksanaan terbagi atas :

1.     Dekorasi/ gladi resik dilaksanakan pada 19  Mei 2016.

2.     Acara perpisahan, dilaksanakan pada 20 Mei 2016.

  1. Susunan Panitia dan Pembina:

Penanggung Jawab                : Bapak Suyadi,S.Pd

Penasehat                               : Ibu Eni Swinaryati,S.Pd (Waka SMPN 18 )

Ketua Panitia                          : Danang Ikhsan (Ketua OSIS )

Wakil Ketua                             : 1. Wahyu nur Sofyan

                                                  2. Julianto

Sekretaris                                : 1. Leony Tri Hindria Ratna

                                                  2. Ambar Sari

Bendahara                               1.  Tika Alviona

                                                   2. Apriati Kalimatus

Seksi Acara                               1. Fadilah Kuntum

     2. Novrian Akbar

Pembawa acara                       1.  Ayu Padilah

    2. Aldi Revaldo

Seksi Perlengkapan                  - Erik Wenang

                                    Anggota :  1. Rizky Alfarid                  6. Farhanudin                 

2. Swono,                          7. Anang Bagus Prasetyo

3. Tri Wahyono,                8. Nafa Agus Priandana

4. Evansyah lutfian Majid 9. Sapril Azhari

5. Jadid tri maryanto        10. Khoirul amin

Seksi Konsumsi                         Arfan Firmansyah

Anggota :  1. Jordy Setiawan             6. Deswita Abel

2. Aan Triya Vinanta         7. Juariah

3. Alif  Syaifudin                8. Nita Safitri

4. Rama Prasetyo             9. shinta Pratiwi

5. Ardi madya Saputra          10.leony Tri hindria

Seksi Dekorasi                          Rendi Chandra

Anggota :       

1. Marisa                           3. Riki Khoirul Islah

2. Raihan Praja                 4. Deswita Abel

Seksi Keamanan                     :   Hengky irawan

Anggota :  1. Chandra nur alim

2. Ruly kuriawan

3. Apriyanto

4. Deni aprilianda

5. Doni irwansyah

            Prakata dari kelas IX              : Nandra Sakira

Prakata dari adik kelas           : Alif Alfiani

 

Guru Pembimbing dan pendamping Kegiatan :

Bendahara       Ibu Afrida Dewi P,A.Md

Acara                Ibu Putri Wardani ,S.Pd                    

Pentas seni       -   Ibu Tiodor siallagan, S.Pd.I

-    Ibu Efni Suserti,S.Pd

            Perlengkapan  :   -   Bapak Mahfud Zainudin, S.Pd

-    Bapak Tarjoko

            Dekorasi            -  Bapak Surisno ,S.Ag      

 Ibu Dwi Ari Andayani,S.H

            Among tamu   :   -   Bapak Azrinal               

 Seluruh majelis guru      

Konsumsi        : -    Ibu Masitha,S.Pd             - Ibu Zahratul Husna,S.Pd

-        Ibu Mis asriyati,S.Pd       - Ibu Mar’atus Soleha

Dokumentasi   : - Ahmad Mulyadi,S.Pd

  

 

"Bisa jika Terbiasa ... terbiasa akan jadi luar biasa"

 Belajar dan terus belajar ...... 



Menjadi bisa harus terbiasa 
memang semua yang namanya usaha harus dibarengi dengan kesabaran .. pun harus ektra nanya-nanya, mencari tutorial, membaca berulang-ulang dan mengaplikasikan semua butuh waktu.

Bisa menjadi terbiasa, terbiasa akhirnya menjadi luar biasa (orang bilang prestasi) sudah beberapa hari ini masih kebingungan dan penasaran... meski kadang sudah lelah, mata pedih dan badan capek tapi rasa penasaran itulah yang menjadi motivasi terkuat dalam belajar.

semua individu mempunyai itu cuma kadang dikalahkan dengan bosan .. rasa bosan karena tidak kunjung berhasil , tapi apakah harus menyerah dengan kata bosan itu , jika terjadi hal demikian maka pupuslah harapan menjadi bisa..

Mau Sehat .... !!!

 Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati


Hidup sehat .. adalah dambaan setiap individu tidak ada pengecualian mau kaya, miskin, laki-laki ataupun wanita semua mengidamkan tubuh sehat.
Semboyang "sedia payung sebelum hujanatau "lebih baik mencegah daripada mengobati" itu senantiasa kita dengar dan nasehat yang selalu kita terima, kadang orang tanpa memikirkan untung dan ruginya bagi kesahatannya sendiri lebih luas untuk orang disekitarnya 

contoh mudah merokok, kadang pikiran atau penilaian tentang rokok diawalnya adalah daripada ga ngapa-ngapaindaripada bengong dan lebih ekstrimnya tidak puas (marem bahasa jawanya) jika belum merokok, bukan artinya penulis anti rokok atau apalah penulis juga dahulu adalah perokok berat namun seiring waktu dan berpikir dampaknya terhadap fisik yang begitu luar biasa perbedaannya penulis berhenti dengan tertatih-tatih waktu itu, sebulan berhenti bukan berarti berhenti total masih aja kepingin sesekali,jika dituruti makin menjadi kembali.
ini adalah salah satu contoh pelanggaran terhadap sembohyang diatas (dalam tanda ") 
dan masih banyak lagi contoh lain yang bisa kita ambil.
    
intinya ada pada diri sendiri jika mau sehat lakukan pencegahan, diantaranya menghindari hal-hal yang dapat merugikan kesahatan diri sendiri. 

PJJ PJOK 19 Agust 2021

 


 

Hari ini kamis 19 Agustus 2021, dilaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh /PJJ PJOK kelas 8 kendala awal adalah jaringan internet. Direncanakan media yang dipakai zoomeeting dan whatsapp group.

nampak begitu antusian seluruh siswa mengikuti kegiatan yang dipantau dan pendampingan olleh Bapak Wasit Wicasono, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 30 Kabupaten Tebo

Kegiatan hari ini sebatas memberi arahan saja dengan wa group karena terkendala jaringan buruk 

Sekali Merdeka Tetap Merdeka ...

  Peringatan HUT RI Ke-76 Tahun 2021 SMP Negeri 30 Kab. Tebo


    Peringatan HUT RI ke-76 tahun ini bagi saya sangat istimewa, kenapa demikian ................................. ya ini adalah pertama kalinya saya berdiri dengan barisan Bapak dan Ibu Guru hebat di Sekolah SMP Negeri 30 Kabupaten Tebo. 

Tema peringatan HUT RI ke-76 " Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh " nampak selaras dengan semangat dari semua warga Sekolah yang mempersiapakan kegiatan ini dengan semangat, suka cita dan kekeluargaan.
meski pandemi covid-19 belum berakhir dan tidak adanya barisan peserta didik yang mengikuti upacara kali ini, namun semua bisa terbayarkan dan tergantikan dengan upacara yang dilaksanakan pagi tadi begitu hikmat.
rasa syukur yang mendalam saya sampaikan kepada Alloh SWT dengan ucapan "Alhamdulillahirobbil alamin"  atas semua karunia ini teruntuk pahlawanku yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan ini. Semoga merdeka tidak hanya berhasil mengambil alih sebuah bangsa, semoga merdeka benar-benar diaplikasikan disegala aspek kehidupan ini, jayalah terus Indonesiaku, kini dan nanti, semoga melalui bidang pendidikan ini kita , saya dan kalian semua bisa mengisi dengan karya-karya yang menginspirasi semua orang dan membangkitkan kemajauan bersama ,,,

Tahapan Olahraga Yang tepat

 




Olahraga

Olahraga adalah melakukan aktivitas bergerak secara kontinu dan dilakukan berulang-ulang serta terus menerus dengan tujuan memperoleh prestasi

Olahraga terbagi menjadi 2 yaiutu :

1. Olahraga Pretasi 
   adalah akvifitas bergerak secara kontinu dan dilakukan berulang-ulang serta terus menerus dengan tujuan memperoleh prestasi
ada tekanan yang terjadi dalam psikologinya yaitu adalah keinginan untuk menjadi pemenang

2. Olahraga Rekreasi 
    adalah akvifitas bergerak secara kontinu dan dilakukan berulang-ulang dengan tujuan merilekskan badan , jadi tidak ada tekan secara psikologis sehingga lebih efektif untuk menumbuhkembangkan fisik secara optimal 

Olahraga di dunia Pendidikan dasar dan menengah dikemas atau masuk dalam kategi olahraga rekreasi meskipun ada beberapa yang prestasi misalnya atlik O2SN atau KOSN

Tahap-tahap berolahraga:

1. Pemananasan(steaching)
        lebih tepatnya peregangan adalh menyiapkan kondisi tubuh agar siap ketika digerakan
   pemanasan dibagi menjadi 2 :
           1. peregangan pasif atau stasitis
               adalah melakukan gerak penguluran atau geraknya tetap
               contoh : menjulurkan tangan kedepan, mentengklengkan leher kearah kiri atau 
                             kanan dll
           2. peregangan aktif atau dianamis
               adalah melakukan gerak dengan berbagai perubahan atau geraknya berubah-ubah
               contoh: jongkok tegak. melompat-lompat dll
2. Inti
    Tahap inti maksudnya adalah tahap melakukan olahraga yang akan dilatih dan dikembangkan contoh Sepak bola, Bola Voli, Lari dan lain sebaginya.
maka dari itu alangkah baiknya jika saat peregangan/ pemanasan melakukan gerak-gerakan yang mengarah ke kegiatan inti

3. Pendingan 
    Sering disebut tahap clooling down, menurunkan suhu tubuh pada kondisi normal 
misalnya : melakukan gerakan dengan gerakan ringan (saling memijat jika olahraga dilakukan bersama)
mengatur nafas dengan gerakan tubuh mengayun dari bawah ke atas

Kebugaran Jasmani

  Kebugaran Jasmani Lihat video Pembelajaran   Video Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani (physical fitness)  merupakan salah satu aspek fsik...